Kitab Amsal Salomo anak Daud ini dimulai dengan tujuan dari ditulisnya kitab ini yaitu: untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, dan juga untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tidak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda.
Teks hari ini adalah lanjutan percakapan Paulus dengan jemaat Korintus. Setelah membuktikan diri sebagai rasul sejati, Paulus menyatakan bahwa sikap hatinya terhadap jemaat Korintus sama sekali tak berubah. Hatinya tetap terbuka lebar untuk mereka, mulutnya tetap mengajarkan kebenaran kepada mereka (6:11-12).
Hidup ini harus kita jalani, Banyak godaan, rintangan, cobaan yang menghadang perjalan hidup kita. Tetapi kita harus meneruskan, menyelesaikan perjalanan hidup ini, sesuai dengan waktu dalam kehendakNya. Tentu sebagai anak Tuhan kita dapat mengerti dan memahami cobaan itu. Dan saat kita menghadapi cobaan, dan rintangan disiulah kita harus menunjukkan hidup kita menjadi hidup yang berguna.
Orang tua suka mengatakan ini ketika menasihati anaknya,”Buka itu telinga, dengar baik baik nasihat orang tua supaya berhasil kamu.” Pemazmur dalam mazmur ini juga mengatakan,”Angkatlah kepalamu hai pintu-pintu gerbang , dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad , supaya masuk raja kemuliaan.” Pemazmur mau memastikan supaya umat terangkat kepalanya yang mempunyai makna, agar mereka mengerti…
Zakaria bernubuat di kalangan Israel setelah bangsa itu kembali dari pembuangan Babel. Sekembalinya dari pembuangan Babel bangsa itu memiliki tugas untuk membangun kembali bait suci yang sudah hancur. Meskipun situasi Yerusalem dalam kehancuran, tetapi Allah tetap mengingat bangsaNya.
Pada umumnya kita ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai, dan tidak mau direndahkan atau disepelekan. Ada yang mengatakan bahwa saat ini sulit menemukan orang yang rendah hati, karena kebanyakan orang berpikir bahwa kerendahan hati itu identik atau sama dengan kelemahan, dimana pamor atau gengsi akan turun.
Mengapa kita beragama? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas dalam benak kita. Menurut sosiolog agama, orang beragama karena manusia sadar bahwa ada kekuatan yang lebih besar dri dirinya yang tidak bisa dia terangkan secara nalarnya atau pengetahuannya.
Kitab Yehezkiel ditulis pada saat masa awal pembuangan bangsa Israel di Babel. Melalui nats Yehezkiel 45:9 dapat dilihat Yehezkiel yang diutus oleh Allah untuk memberikan peringatan kepada raja-raja di Israel karena sudah melenceng dari tugasnya sebagai raja. Raja seharusnya menolong, melaksanakan keadilan, dan tanggung jawab lainnya yang sesuai dengan kehendak Allah.
Ketika Tuhan Yesus berbicara denganorang banyak setelah Yesus melakukan mujizat maka berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak berkata kepada Yesus: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.
Ketika kita dalam keadaan yang tidak baik, apa yang kita lakukan? Seringkali kita mencoba melakukan hal-hal sehubungan pengalaman yang pernah kita alami. Misalnya kalau badan kita demam, maka kita langsung mencari obat demam favorit kita, yang kita yakini bisa menurunkan demam kita. Namun ketika ternyata obat demam tersebut tidak bisa menurunkan deman kita, maka kita…






