Tag: HKBP Jatinegara

  • Renungan Harian Sabtu, 21 Januari 2023

    Renungan Harian Sabtu, 21 Januari 2023

    Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang bercerita. Ada yang pandai bercerita karena ia memiliki talenta merangkai kata, ada yang bercerita karena pengalaman orang lain yang terlebih dahulu membawa kesan baginya, dan ada pula yang bercerita karena pengalaman pribadinya yang mengesankan. Masing-masing alasan yang melatarbelakangi seseorang bercerita akan membawa dampak yang berbeda.

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Jumat, 20 Januari 2023

    Renungan Harian Jumat, 20 Januari 2023

    Pemazmur menunjukkan beberapa alasan yang menjadi dasar pujian umat kepada Allah. Pertama, Allah yang berkarya adalah Allah yang berdaulat melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Kedua, Allah yang menyelamatkan adalah Allah yang telah mengalahkan banyak bangsa; membebaskan dan menyelamatkan umat dari perbudakan dan penjajahan. Ketiga, Allah yang Esa adalah Allah yang selalu memperlakukan umat-Nya dengan adil.

    Selengkapnya


  • Acara Penghiburan (Pangapulion) untuk Keluarga Alm. St. BTS Purba

    Acara Penghiburan (Pangapulion) untuk Keluarga Alm. St. BTS Purba

    Acara diadakan pada hari Selasa 17 Januari 2023 dan dimulai sekitar 18:30 di Gedung Serbaguna HKBP Jatinegara, dihadiri oleh Pendeta, Parhalado dan Perwakilan Ruas yang ada di HKBP Jatinegara. Amang St. Benhard Thomas Setiadi (St. BTS Purba) Purba meninggalkan seorang istri (Grace Tien br Siahaan) dan 2 (dua) orang putra Mikhael Purba dan Calvin Purba,

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Kamis, 19 Januari 2023

    Renungan Harian Kamis, 19 Januari 2023

    Secara rohani keadaan dunia ini sering digambarkan sebagai kedaan yang gelap, dimana kita jumpai orang saling menyesatkan satu sama lain. Berbagai bentuk pengajaran dunia semakin menjauhkan kita dari pengajaran Tuhan. Tontonan, media sosial banyak menyajikan “hiburan” yang justru membawa kita semakin lupa dengan ketetapan firman Tuhan. Dosa menjadi suatu tontonan yang biasa yang sudah tidak…

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Rabu, 18 Januari 2023

    Renungan Harian Rabu, 18 Januari 2023

    Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Ketika Yakub yang disebut Israel dan keluarganya berangkat meninggalkan tempat tinggal mereka di Bersyeba di Tanah Kanaan dan menuju negeri Mesir jumlah mereka adalah tujuh puluh orang. Mereka berdiam turun-temurun di tanah Mesir selama empat ratus tahun dan ketika meninggalkan negeri perbudakan itu jumlah mereka lebih kurang dua juta…

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Senin, 28 Februari 2022

    Bangsa Israel ketika dalam pembuangan tentunya mengharapkan pembebasan. Pembebasan yang memerlukan waktu dan karenanya mereka harus sabar menantikan janji Tuhan yang akan membuat Yerusalem baru yang tidak sama dengan Yerusalem sebelumnya. Yerusalem baru yang penuh kegirangan dan sorak sorai, penuh sukacita, damai sejahtera, kelimpahan dan tidak adalagi kejahatan.

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Minggu, 27 Februari 2022

    Kitab Yesaya 55 secara utuh menyerukan kepada umat agar turut serta dalam keselamatan yang datang dari TUHAN. Hidup di luar TUHAN adalah hidup yang sia-sia; Hidup dalam TUHAN ialah hidup dalam PemeliharaanNya. Mencari TUHAN adalah jalan agar memperoleh keselamatan dan perlindungan dariNya.

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Sabtu, 26 Februari 2022

    Paulus mengajarkan bahwa orang yang telah menerima keselamatan dari Tuhan Jesus Kristus hendaklah dia berbuat sesuai kehendak Kristus. Pengikut harus menjadikan tubuhnya sebagai persembahan dan sebagai ibadah kepada TUHAN. Beribadah dan mempersembahkan tubuh pada TUHAN artinya: Orang Kristen tidak boleh membiarkan pola hidupnya ditentukan oleh dunia.

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Jumat, 25 Februari 2022

    Sebagai seorang pribadi, pernahkah kita meratap? Ratapan biasanya terdengar di rumah-rumah duka. Itu adalah cara orang mengungkapkan kerinduan sekaligus perkabungannya.

    Selengkapnya


  • Renungan Harian Kamis, 24 Februari 2022

    Peristiwa penangkapan dan pengadilan Yesus di hadapan Mahkamah Agama, menunjukkan bahwa keadilan sedang dikesampingkan. Dorongan untuk merekayasa suatu kesaksian palsu dipandang sebagai upaya yang sah-sah saja. Dalam situasi yang demikian yang benar bisa diubah menjadi yang salah. Keadilan sebagai cita-cita luhur suatu pengadilan, diselewengkan, dan tindakan balas dendam dipakai sebagai norma.

    Selengkapnya